Sabtu, 28 Januari 2023

Sembilan Tokoh Pahlawan Nasional Nahdlatul Ulama



Lisandipo - Nahdlatul Ulama atau NU atau dikenal pula dengan nama Nahdiyin adalah salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia.

NU berdiri pada 31 Januari 1926 M atau 16 Rajab 1344 H di Surabaya, Jawa Timur. NU adalah organisasi yang bergerak di bidang pendidikan, keagamaan, ekonomi serta sosial. Kehadiran NU menjadi salah satu bentuk upaya bahwa wawasan telah menjadi lambang dari tradisi keagamaan serta Ahlusunah wal Jamaah yang memiliki peran besar di Indonesia.

Peran besar dalam perkembangan organisasi NU berkat Sembilan Tokoh Ulama dan mendapatkan predikat sebagai pahlawan nasional.
 
Berikut adalah sembilan tokoh Nahdlatul Ulama :

1. KH. M. Hasyim Asy’ari

Tokoh pertama dari pendiri NU adalah KH. M Hasyim Asy’ari atau dikenal pula dengan nama Mbah Hasyim, Beliau lahir di Kabupaten Jombang  Jawa Timur pada 14 Februari tahun 1971 - wafat pada tanggal 25 Juli 1947 M atau 7 Ramadan 1366 H . Mbah Hasyim adalah tokoh utama sekaligus pendiri NU pada 31 Januari 1926.

2. KH. Abdul Wahid Hasyim

KH. Abdul Wahid Hasyim, lahir 1 Juni 1914  - wafat, 19 April 1953.
Beliau adalah seorang pahlawan Indonesia yang pernah menjabat sebagai seorang menteri negara serta pernah menjabat sebagai menteri agama di orde lama. KH. Abdul Wahid Hasyim adalah ayah dari Abduraahman Wahid dan anak dari KH. Hasyim Asy’ari.

3. KH. Zainul Arifin

KH. Zainul Arifin Pohan,  lahir di Barus, Tapanuli Tengah Sumatera Utara, 2 September 1909 – wafat,  2 Maret 1963.  KH. Zainul Arifin adalah sosok yang dikenal sebagai pecinta kesenian serta turut aktif dalam kegiatan seni musik melayu sekaligus sandiwara. Beliau adalah penyanyi serta pemain biola di Stambul Bangsawan dan aktif pula memperdalam ilmu agama di masjid ketika beliau tengah menjalani pelatihan bela diri pencak silat.

4. KH. Zainal Mustofa

KH. Zainal Mustofa, lahir di Bageur, Cimerah, Singaparna Tasikmalaya 1 Januari 1899 – wafat  Jakarta, 28 Maret 1944. Beliau adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama bersama para tokoh lainnya.

5. KH. Idham Chalid

KH. Idham Chalid, lahir di Setui Kalimantan Selatan pada 27 Agustus 1922 – wafat tanggal 11 Juli 2010 M/28 Sya'ban 1431 H.
 selain tercatat sebagai pendiri NU Beliau pun juga pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Indonesia pada Kabinet Djuanda dan Kabinet Ali Sastroamidjojo II. Selain itu beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua MPR serta Ketua DPR.

6. KH. Abdul Wahab Chasbullah

KH. Abdul Wahab Chasbullah atau akrab disapa Mbah Wahab, lahir 31 Maret 1888 – wafat, 29 Desember 1971. Beliau adalah salah satu pendiri Nahdlatul Ulama yang sebelumnya dikenal pula sebagai sosok pendiri kelompok dari diskusi Tashwirul Afkar atau pergolakan pemikiran, selain itu Mbah Wahab pun adalah sosok pendiri Madrasah Nahdlatul Wathan atau kebangkitan negeri serta pendiri dari Nahdlatul Tujjar atau kebangkitan pedagang.

7. KH. As’ad Syamsul Arifin

KH. As’ad Syamsul Arifin, lahir Makkah pada tahun 1897 M/1315 H – wafat, 4 Agustus 1990 M di Situbondo, Jawa Timur.
Beliau adalah salah seorang kyai yang aktif dan berani ketika berperang melawan para penjajah, Beliau adalah salah seorang pengasuh dari pesantren Salafiyah Syafiiyah di Sukorejo, Banyuputih, Situbondo. Ketika menjadi pengasuh pesantren, Beliau pun memimpin para pejuang Situbondo di Jember serta Bondowoso melawan penjajah 10 November 1945. 

8. KH. Syam’un

KH. Syam’un, lahir Banten  tanggal 5 April 1894 – wafat 2 Maret 1949 M.
adalah pengurus NU di Serang, Banten. Beliau pernah menghadiri Muktamar NU yang keempat di Semarang, Jateng pada tahun 1929, Muktamar NU yang kelima di Pekalingan tahun 1930 serta Muktamar NU yang kesebelas di Banjarmasi pada tahun 1936.
Beliau adalah seorang alim dalam hal keilmuan yang menguasai tiga bahasa asing serta pernah mengajar di Arab ketika masa muda.

9. KH. Masykur

KH. Masykur,  Lahir di Singosari 30 Desember 1315 H / 1902 M - wafat 18 Desember 1992 M Singosari.
Beliau adalah salah satu tokoh NU yang pernah menjadi anggota BPUPKI dan turut terlibat dalam perumusan Pancasila. Beliau juga tercatat sebagai pendiri dari Perta dan muncul sebagai pemimpin Barisan Sabilillah ketika terjadi pertempuran pada 10 November 1945.

 

 

 

Memperkuat zakar

Khusus untuk laki-laki   Memperkuat zakar Sebagian ada dari para suami yang mengeluh mungkin karena masalah dengan kejantannya bukan berarti...